Apa yang salah dengan Indonesia..??? (suatu study kritis)

A.    PANCASILA DAN PASAL 28 UUDNRI 1945

            Dasar Negara kita adalah pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pancasila secara sejarah bermula dari cetusan para pejuang kemerdekaan bangsa di sidang PPKI/BPUPKI, setalah mengalami panjang lebar perdebatan maka disepakatilah 5 butir kalimat yang awalnya disebut Piagam Jakarta. 5 butir kalimat itu antara lain:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Kenyataan pancasila hari ini tentu saja berbeda, perbedaannya terletak pada kalimat angka 1. Dalam sejarahnya kalimat pertama Piagam Jakarta menurut beberapa ahli sejarah, di tentang oleh para pejuang kemerdekaan dari wilayah Indonesia Timur yang beragama non Islam. Karena mereka merasa bahwa kalimat tersebut secara tidak langsung mencerminkan tidak adanya multikultularisme di Indonesia, dan mengancam akan keluar dari NKRI. Oleh karena perotes tersebut, maka Hatta, Soekarno dan beberapa pejuang kemerdekaan yang beraliran Nasionalis mengajak para tokoh Islam (Pejuang kemerdekaan), dan beberapa tokorh perjuangan non islam, melakukan dialog kembali terkait dengan butir satu (1) Piagam Jakarta.

Setelah mengalami perdebatan yang panjang, maka dihasilkan kesepakatan yang menyatakan bahwa kalimat dengan bunyi “kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” dihapus, dan yang tersisa adalah “Ketuhanan yang Maha Esa”.  Saat ini menarik untuk dicermati, perubahan nama dari Piagam Jakarta menjadi Pancasila memang tidak bisa dipungkiri berawal dari perdabatan atas kalimat pada angka 1 piagam Jakarta. Selanjutnya disebut sekarang disebut sila Pertama (1) memang menjadikan bangsa ini memberikan kebebasan kepada Warga Negara yang beragama Islam apakah ia akan menjalankan syariat secara smenyeluruh(kaffah) atau tidak, dan dengan demikian Negara lepas tangan dalam urusan agama terhadap individu rakyatnya.

Jika dicermati lebih lanjut, sesungguhnya keberadaan sila pertama dengan bunyi ketuhanan Yang Maha Esa saat ini ditafsirkan beragam dan memiliki konteks yang menjadikan bangsa ini terpecah dalam ketidakpastian GrondNorm. Tengok saja beberapa kasus yang menjadi top isu nasional bahkan internasional berkaitan dengan syariat Islam, seperti kasus aliran Ahmadiyah di Indonesia. Secara keyakinan aliran  Ahmadiyah menyatakan diri sebagai Islam. Tapi dari sisi syariat Islam berdasarkan kajian MUI mereka telah menyimpang, karena aliran Ahmadiyah mengakui adanya Nabi lain setelah nabi Muhammad.

Pada konteks yang berbeda kita boleh berandai – andai, terkait beberapa hal tentunya:

  1. Terkait bunyi “kewajiban menjelankan syariat silam bagi pemeluknya”.  Jika saja Pancasila yang kita kenal sekarang masih mencantumkan bunyi “ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya pada sila pertama-nya (ke 1)”. Maka mungkin saja tidak ada penistaan agama Islam yang dikaitkan dengan aliran Ahmadiyah .
  2. Andai saja kalimat yang berbunyi (ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya) masih ada sampai dengan pancasila yang kita kenal sekarang . mungkin saja dalam sejarahnya provinsi NAD (Nanggro Aceh Darussalam) tidak akan berusaha untuk memisahkan diri dari NKRI. Kenapa saya mengatakan demikian..? buktinya saat ini setelah perdamaian antara pemerintah RI dan GAM pada 2005 silam diteken. Provinsi NAD menjadi provinsi di Indonesia yang berusaha menegakkan syariat Islam secara Konsisten (kaffah). Ini tentu saja cerminan dari semangat pejuang kemerdekaan bangsa terdahulu yang berusaha ingin diwujudkan oleh Aceh

            Belum lagi jika dibenturkan dengan pasal 28 A-J UUDNRI 1945 tentang Hak Azasi Manusia (HAM). Maka keberadaan aliran-aliran yang menyimpang dari Agama Islam menjadi legal, dan harus diberi perlindungan, karena Secara konstitusi mereka sudah terlindungi, menyangkut kebesan berkayinan, dan memeluk agama.

Artinya yang dapat disimpulkan bahwa: secara sejarah sungguh para pejuang kemerdekaan dan peletak dasar bangsa diawal kemerdekaan telah berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia untuk masa depannya. Namun ada kesalahan yang menurut saya dikemudian hari menjadi perpecahan ditubuh NKRI baik secara territorial maupun secara ideologi. Tentang Pancasila dan pasal 28 A-J UUDNRI 1945 cukup dibicarakan sampai konteks yang demikian.

B.       Pasal 33 UUDNRI 1945, dan Rakyat Pembangun Bangsa

            Dilain sisi konsistensi Negara dalam mengimplementasikan UUDNRI 1945 juga perlu sungguh-sungguh untuk dipertanyakan kembali. Berkaitan dengan itu dalam hal yang demikian implementasi pasal 33 UUDNRI 1945, kalau boleh dinilai secara riil walaupun sudah berusaha untuk di laksanakan sesungguhnya  sampai dengan saat ini masih jauh panggang dari Api.

            Pasal 33 UUBNRI 1945 yang pada intinya berbunyi “semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Sampai pada saat ini masih tidak dirasakan implementasinya secara nyata oleh pemerintah. Justru semakin tahun semakin nyata dirasakan, bahwa penguasaan kekayaan alam tidak lagi dikuasai oleh Negara, melainkan dikuasai Asing. Tengok saja seperti beberpa jenis pertambangan Minyak, Timah, Gas, dan lain sebgainya lebih dominan dikuasai perusahaan asing, daripada perusahaan milik negara.

            Belum lagi di dunia perkebunan, rata-rata perusahaan pengelola perkebunan juga di kuasai oleh asing. Hasil hutan juga demikian, lebih banyak diberikan untuk kepentingan asing. Sehingga tak dirasakan adanya kekayaan Alam yang merimpah ruah ini untuk kesejahtraan dan kemakmuran rakyat. Kita selaku bangsa Indonesia telah menjadi pengekor dari bangsa lain.

            Keberadaan beberapa undang-undang yang berkaitan dengan pengelolaan kekayaan Sumber Daya Alam mengindikasikan hal tersebut. sepertinya halnya Undang-Undang Nomor. 25 tahun 2007 tentang Investasi, dalam undang undang ini memberikan begitu banyak raung kemewahan bagi Investor Asing untuk menguasai kekayaan Alam Negeri ini sebagai obyek investasi, yang bisa dikelola sampai 90 tahun.

            Bangsa kita lebih banyak menjual kekayaan alam sendiri untuk kepentingan asing daripada mengelola dan menguasainya untuk kemakmuran dan kesejahtraan rakyat. Maka dari ini bisa dilihat inkonsistensi pemerintah dalam menjalankan amanah konstitusi terutama pasal 33 UUDNRI 1945. Jika saja satu jengkal tanah bangsa ini benar-benar berharga di dalam hati para penguasa dan pemegang kebijakan negeri ini. Tentu kondisi kekayaan alam bangsa akan lebih diprioritaskan untuk kemajuan,kesejahtraan,dan kemakmuran rakyat sendiri, bukannya malah lebih diberikan kepada kepentingan asing.

            Belum lagi ketika kita berbicara produk-produk perdagangan yang membanjiri Indonesia. Lebih banyak bangsa ini mengutamakan produk import dari pada produk dalam negeri. Perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agrement) yang dicanangkan WTO membuat bangsa ini menjadi bangsa konsumtif. Karena setiap tahun produk- pdroduk asing membanjiri negeri ini. Sedangkan produk bangsa sendiri belum bisa secara maksima dapat menguasai  bangsa lain.

            Pada konteks yang lain ada beberapa hal yang menjadi kesalahan pemerintah dalam membangun bangsa, antra lain:

  1. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang belum mandiri, dan pemerintah belum berusaha maksimal untuk mengambil alih setiap pengelolaan SDA.
  2. Ketergantungan yang tinggi terhadap bangsa lain/asing.
  3. Keseriusan membangun bangsa yang tidak Konsisten terhada amanah dalam konstitusi Negara
  4. Tidak tegasnya Negara dalam menegakkan hukum.
  5. Uforia berlebihan terhadap Luasnya  Wilayah Negara  dan kekayaan Alam, sehingga cendrung berada pada zona nyaman.
  6. Tidak seriusnya pemerintah mensejahtrakan rakyat, melalui kebijakan pemberdayaan masyarakat berbasis pada pengelolaan kekayaan alam, kemajuan tekhnologi.
  7. Pimpinan Negara tidak menjadi panutan yang dapat dicontoh oleh Rakyat
  8. Terpecah belahnya pemikiran pembangun bangsa, dengan berbagai teori dan ideologi pembangunan Ekonomi yang berdasar atas ideologi Kapitalis Global, sehingga Ideologi pancasila yang mempunyai asas ekonomi kekeluargaan hanya menjadi teori saja.
  9. Prioritas pembangunan yang mengesampingkan efek jangka panjang bagi kemakmuran rakyat.
  10. Kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan yang selalu menyertai dalam proses membangun bangsa.
  11. Kurang pedulinya pemerintah dalam memberikan perhatian yang luas terhadap kondisi kekinian rakyat.
  12. Pasar bebas dalam segala bidang yang tidak di antisipasi/ tidak diproteksi dengan ketahanan dan pembangunan kekeutan ekonomi berbasis kerakyatan yang baik, sehingga lebih banyak menghasilkan rakyat yang konsumftif daripada produktif.
  13. Kekuasaan Negara yang hanya dipegang oleh elit tertentu.
  14. Pembangunan infrastruktur yang tidak merata antara pulau jawa dan luar jawa, terutama di wilayah Indonesia bagian timur

            Selain hal diatas masih banyak lagi kesalahan pembangunan yang tidak dapat di Indetifikasi secara secara langsung. Mengingat bahwa, untuk membangun bangsa perlu satu kesatuan yang utuh, maka syogyanya proses pembangunan bangsa tidak didiberikan untuk Elit tertentu, ataupun wilyah tertenut. Membangun  bangsa yang besar, memerlukan kebersamaan dan kesamaan Visi Misi terhadap Indoensia masa datang.

            Maka dalam hal ini Negara  harus berani melibatkan masyarakat secara nyata, menjadikan rakyat sebagai Subyek yang turut serta melakukan pembangunan, dengan cara memberikan rakyat kesempatan yang luas dan memberikan fasilitas untuk membangun bangsanya sendiri. Bila dicermati sampai dengan saat ini,  rakyat terkesan hanya dijadikan obyek pembangunan, kemudian  Negara turut campur tangan dalam memberikan dan mempasilitasi rakyat membangun bangsanya atau tidak peduli terhadap rakyat.

            Tentu saja dalam tulisan ini banyak sekali kesalah dan kekeliruan, tapi  apa yang terdapat dalam tulisan yang sulit untuk difahami ini seyogyanya dapat kita renungkan untuk kepengtingan dan kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Terima Kasih dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

By A.R. Khadapi

Iklan

OPTIMALISASI PULAU LOMBOK SEBAGAI DESTINASI WISATA DUNIA.., TANGGUNG JAWAB SIAPA..?

 

Salah satu pulau besar yang ada di NTB (Nusa Tenggara Barat) adalah Pulau Lombok. Lombok dalam bahasa sasak bermakna lurus/(lomboq), sebauah nama yang disematkan sebagai deskripsi pola tingkah laku masyarakatnya yang taat pada aturan-aturan/norma-norma yang berlaku ditengah tengah masyarakat.

Lombok Mirah Sasak Adi adalah salah satu kutipan dari kita Negarakertagama, sebuah kitab yang memuat tentang kekuasaan dan pemerintahaan kerajaan Majapahit. Kata “Lombok” dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, kata “mirah” berarti permata, kata “sasak” berarti kenyataan, dan kata “adi” artinya yang baik atau yang utama. Maka arti keseluruhannya yaitu kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama. Makna filosofi itulah mungkin yang selalu di idamkan leluhur penghuni tanah Lombok yang tercipta sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestariakan oleh anak cucunya (Sasak children). Dalam kitab – kitab lama, nama Lombok dijumpai disebut Lombok mirah dan Lombok adi . Beberapa lontar Lombok juga menyebut Lombok dengan gumi selaparang atau selapawis. (perjalanan cinta.com/sejarah lombok 2013)

Lombok (dengan penduduk pada tahun 1990 dengan jumalh 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram.

Dengan keunikan yang ada di pulau ini, sungguh pulau ini merupakan surga bagi wisatawan. mengingat pulau ini sesungguhnya lebih Indah bentang alamnya daripada Pulau Bali. Seperti halnya Gunung Rinjani yang merupakan salah satu Gunung Tertinggi di Indonesia telah lama dikenal sebagai tempat pendakian yang eksotik, belum lagi pantai kute di Lombok Tengah dengan pasir putih yang menjulang bagaikan mutiara, ada juga pantai Pink di daerah Selatan Kabupaten Lombok Timur.

Tapi sayangnya keindahan bentang Alam Pulau Lombok belum mampu di maksimalkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Sebagi bukti dari data yang ada sepanjang tahun 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau Lombok dan Sumbawa serta pulau-pulau kecil (gili) lainnya mencapai 886.880 orang. (beritasatu.com/16 mei 2013)

Bila dibandingkan dengan Pulau Bali, jelas sekali perbedaan tingkat kunjungan wisata antara Pulau Lombok dan Bali. Dari data yang ada di Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) , wisatawan yang datang pada kurun waktu 2012 sudah melebihi jumlah penduduk Bali. “Dari data yang masuk, jumlah wisatawan ke Pulau Dewata telah mencapai 3,4 juta orang,” (okezone.com).

Dengan data diatas tentu saja bisa dilihat bahwa ada kesenjangan jumlah kunjungan wisatawan untuk NTB dalam hal ini Khsusnya Pulau Lombok dan Pulau Bali. walaupun memang harus di akui bahwa NTB baru beberapa tahun ini mempunyai Bandara internasional, sedangkan Bali sudah lama. Namun hal tersebut bukanlah menjadi permasalahan pokok terkait jumlah kunjungan wisatawan ke pulau lombok yang lebih sedikit daripada pulau Bali dengan berbagai bentang alam dan keindahan yang ada.

beberapa OBYEK WISATA TERINDAH DI PULAU LOMBOK

1. Pantai Senggigi, Lombok Barat

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

2. Batu Bolong,Lombok Barat

Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepadaikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.

 

3.Batu Layar,Lombok Barat

            Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci bagi para penganut Wetu Telu. Batu Layar ramai di kunjungi pada saat ” Lebaran topat ” yang merupakan lebaran bagi orang yang berpuasa 1 minggu setelah lebaran Idul Fitri.

4. Gili Trawangan,Gili Meno dan Gili Air

            Pulau Gili merupakan salah satu pulau terindah yang terletak di lepas barat laut Pulau Lombok, terdapat tiga Pulau Gili, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Ketiga Pulau ini memiliki pemandangan yang sangat indah dengan pantainya yang yang putih bersih dan airnya yang sangat jernih. Kawasan di sekitar tiga Pulau ini dikenal memiliki taman laut yang sangat indah yang menjadi habitat aneka ikan yang indah berwarna-warni.

 

            Kawasan Tiga Gili yang letaknya di Desa Gili Indah, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Barat-NTB. Gili merupakan pulau-pulau kecil nan indah yang banyak dijumpai di Lombok Barat. Dari sekian pulau yang ada di Lombok Barat, sampai saat ini baru tiga pulau (gili) yang ramai dikunjungi oleh wisatawa.

5. Pantai Kuta Selatan Pulau Lombok

            Pantai kuta Lombok adalah sebuah pantai yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa, pantai yang berpasir putih dihiasi dengan birunya air dengan gradasi hijau  di karenakan habitat bawah lautnya masih sangat terjaga kelestariannya Ombak yang lumayan besar juga menjadikan tempat ini sebagai salah satu surga bagi para pecinta surfing baik itu para surfer lokal ataupun Non Lokal.

6.Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok

            Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya dgn Danau Segara Anaknya

7. Gili Nanggu,Lombok Barat

            Gili Nanggu adalah pulau kecil yang terletak di Lombok Selatan, sekitar 20 menit dari Pelabuhan Lembar dan 15 menit menyeberang dengan perahu motor dari Tawun. Di pulau kecil berterumbu karang dangkal ini tersedia penginapan yang katanya milik perorangan. Pantainya jernih kehijauan. 5 meter dari pantai sudah bisa menikmati terumbu karang dengan ikan hias berwarna-warni berlalu-lalang.

 

8. Pantai Sekotong,Lomb

            Pantai Sekotong adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Pulau Lombok. Pantai ini terletak di Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Sekotong.  Jika diukur dari Kota Mataram, Pantai Sekotong ini berjarak sekitar 60 kilometer. Untuk menuju Pantai Sekotong, dapat ditempuh dengan angkutan umum sejenis minibus sekitar 1,5-2 jam. Selain melalui Mataram, bisa juga dicapai melalui Pelabuhan Nusa Penida. Dengan perahu sewaan, perjalanan Nusa Penida-Sekotong bisa ditempuh dalam waktu tiga jam.Pantai ini dikelilingi oleh kawasan perbukitan yang melingkar tak jauh dari pinggir pantai. Lautnya berair biru dan pantainya berpasir putih. Pantai Sekotong ini masih asli, bebas polusi dan belum banyak dijamah manusia. Namun demikian kini mulai dibangun sarana akomodasi seperti hotel dan penginapan.

9. Taman Narmada,Lombok Barat

            Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

 

            Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.

 

10. Air Terjun Sendang Gile,Lombok Tengah.

            Namanya memang Air  Terjun Sendang Gila, namun masyarakat menyebutnya dengan air Terjun Sendang Gile. Konon, air terjun ini tidak sengaja ditemukan oleh warga yang sedang memburu singa gila yang mengacau sebuah kampung dan kemudian masuk ke dalam hutan.

Untuk menuju lokasinya, ada dua jalur alternative kalau dari Kota Mataram, yaitu jalur Pusuk dan Jalur Senggigi. Kalau melalui jalur Pusuk, suasana yang disuguhkan dalam perjalanan menuju ke lokasi sangat mengagumkan.

            Biasanya para wisatawan yang melalui jalur ini, berhenti sejenak untuk memberi makanan pada gerombolan monyet yang sedang berkeliaran. Suasana yang sejuk khas pegunungan dan hutan lebat yang mengelilingi, ketika sampai di Pusuk, kita bisa melihat banyak monyet yang sudah jinak berkeliaran.

            Sedangkan suasana yang ditawarkan, cukup mampu untuk membuat para pengunjungnya rileks dan merasa damai. Apalagi bagi wisatawan yang ingin menghindari kesibukan dari segala aktifitas. Sedangkan untuk jalur Seinggigi, kita akan melihat indahnya pantai dan gugusan tiga Pulau Gili. Kedua jalur tersebut akan bertemudi desa pamenang, kemudian perjalan dilanjutkan dengan melewati beberapa desa termasuk pusat pemerintahan Tanjung. Konon, menurut kepercayaan penduduk setempat, air yang ada di lokasi ini memiliki unsur magis. Airnya dipercaya dapat membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun dari usia yang sebenarnya. Sentuhan alamnya tergolong masih jauh dari nuansa perkotaan, panorama asri dan cukup menawan. Serta udaranya yang segar, sejenak mampu untuk melupakan segala kepenatan yang terjadi ramainya kota.

 

BEBERAPA OBYEK WISATA DI PULAU BALI

 

 Pantai Kuta.

Pantai Kuta merupakan salah satu pantai terbaik di Bali.Pantai Kuta juga tempat dimana bnyak seklali wisatawan berkunjung disana.Pantai Kuta kini sudah mendunia , karena keindahan pantainya , gelombang laut yang pas untuk bermain selancar. Pantai ini merupakan tempat favorit wisatawan.

2. Pasar  Sukowati Bali

Pasar Sukowati . Pasar yang menjadi salah satu tujuan belanja bagi wisatawan. Selain beragama barang yang dijual banyak barang barang yang bisa ditawar.Pasar ini juga sudah terkenal di Bali.

3.Tanah Lot.

Tanah lot . Salah satu objek wisata tang berada di pulau Bali. Tanah lot juga Merupakan salah satu tempat menarik untuk di kunjungi.Mnariknya kadang jalan menuju pura Tanah Lot itu terendam air.Dan kadang jalan menuju Pura tidak terendam air.lihat gambar..di tanah lot juga ada tempat di mana ada Ular Suci.Jika mau masuk hanya bayar sukarela.Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu.

4.Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Bedugul.Namanya saja Kebun pasti di fikiran kita objek wisata yang hijau. Kebun Raya Bedugul memang sangat menyejukkan mata.Meskipun tidak seterkenal Pantai Kuta , Kebun ini juga perlu di kunjungi,karena melihat keindahan kebun ini sangat mnyenangkan.Apalagi objek wisata ini cocok untuk para anak kecil , bisa buat main bola.Wisata ini sangat sejuk.Bedugul merupakan suatu kawasan Pariwisata yang terletak pada ketinggian + 1240 m dari permukaan laut.Kalo kesini jangan lupa bawa camera.Karena kalian bisa berfoto-foto dengan pemndngan yang indah.

5.Danau Bedugul

Danau Bedugul.Danau ini tidak terlalu jauh dari danau bedugul.Danau ini mepunyai 2 pura ditengahnya.objek wisata ini juga cocok untuk berjalan bersama keluarga.

6.Tanjung Benoa

Tanjung Benoa.mempunyai pantai yg landai,berpasir putih dan mempunyai ombak yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.Di objek wisata ini banyak permainan yang disuguhkan disan antara lain: Flying fish,Banana Boat,Pulau Penyu,Parasiling,mengendarai Jetski.Dan yang ingin naik jetski akan didampingi oleh instrukturnya..Jangan khawaatir,berpariwisata kesana tidak akan rugi.

7.Alas Kedaton

Obyek wisata Alas Kedaton terletak di Desa kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, kurang lebih 40 menit dari Kuta dengan kendaraan bermotor mengikuti jalan raya Denpasar – Bedugul, sampai di Desa Denkayu Mengwi belok ke kiri kurang lebih 5 km.

Bila dilihat dari segi  jenis obyek wisata yang ditawarkan antara Bali dan Lombok , sesungguhnya jenis byek wisata yang ditawarkan hampir sama. Lalu dimana letak permasalahan kenapa obyek wisata/wisata pulau Lombok kurang di gemari..? sehingga Kunjungan Wisatawannya-pun masih sangat minim.  Berdasarkan pengamatan saya ada beberapa masalah yang menjadi kendala pembangunan Wisata di Lombok, antara lain:

  1. Infrastruktur  jalan menuju tempat wisata yang masih buruk, dengan tingkat kerusakan jalan yang sangat tinggi.
  2. Kurangnya keamanan
  3. Fasilitas Pariwisata yang masih minim, seperti halnya hotel/penginapan yang berkelas.
  4. Kurangnya kepedulian pemerintah dalam mengelola secara serius obyek-obyek pariwisata yang tergolong potensial. Seperti misalnya pantai Pink, Pantai Kuta. Dll
  5. Promosi Pariwisata masih bersifat pada pengenalan obyek wisata dan belum berorientasi pada pemberian pelayanan dan kepuasan wisatawan.
  6. Pemerintah daerah tidak memiliki Roadmap yang jelas dalam membangun daerah wisatawan, sehingga pembangunan daerah wisata sangat tergantung pada pihak swasta. Kalau tidak ada pihak swasta pemerintah tidak mau membangun. Artinya terlalu meliberalkan obyek wisata , yang seharusnya dikelola bersama dengan masyarakat.
  7. Sinergitas antara Pemerintah daerah Provinsi dan Pemerintah daerah  Kabupaten belum memiliki persamaan dalam membangun dunia Pariwisata yang ada di Pulau Lombok.

Oleh karena itu , dalam hal ini yang paling bertanggun jawab untuk memajukan pariwisata di Pulau Lombok adalah Pemerintah Daerah. Karena berdasarkan UU 32 / 2004, pengelolaan daerah yang sesuai dengan nilai budaya dan potensi local diberikan kewenangannya kepada Pemerintah Daerah untuk mengembangkannya. Maka dari itu untuk membuat dunia pariwisata Lombok menjadi salah satu destinasi wisata dunia seyogyanya pemerintah daerah mampu menyelesaikan beberapa permasalahan dalam pembangunan dunia pariwisata tersebut.

 

KONSTRUKSI PEMBANGUNAN NTB 5 TAHUN KEDEPAN

Sebagai salah satu Provinsi dengan mayoritas Muslim terbesar di Indonesia, Nusa Tenggara Barat memiliki Keunikan tersediri. Provinsi yang terdiri atas 2 pulau besar yakni Lombok dan Sumbawa, memiliki total Populasi Penduduk sebesar 4.434.012 jiwa, dengan 96 % lebih adalah muslim. Keunikan Provinsi ini terleatak pada beberapa hal yang seringkali menjadi destinasi wisata, pembangun perekonomian daerah, dan pembuat decak kagum bagi orang dari luar daerah,  antara lain:

1. NTB adalah Provinsi yang memiliki bentang alam cukup bagus, dengan konstruksi alam Gunung besar yang telah mendunia namanya, Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

2. NTB adalah Provinsi yang memiliki keistimwaan sendiri dalam destinasi wisata pulau-pulau kecil nan indah, karena adanya Gili Terwangan yang telah tersohor sampai di Luar Negeri.

3. NTB juga adalah Provinsi dengan konstruksi pembangunan Ekonomi yang berpacu pada  komiditas Pertanian tertentu, seperti Padi, Jagung, dan Rumput laut. juga dalam hal ini adalah Komoditas Ternak Sapi. prestasi dalam bidang pertanian untuk NTB adalah pernah menyabet gelar sebagai Lumbung Padi.

4. NTB selain memiliki Komuditas Pertanian, juga terdapat Usaha pertambangan dengan sekala Multinasional, melalui PT. NNT. yang beroprasi di KSB.

5. NTB juga memiliki pantai yang tidak kalah indah dengan pantai kuta yang berada di Bali, sebut saja misalnya pantai Kute di Lombok Tengah, Pantai Senggi di Lombok Barat, dll.

6. NTB juga telah memiliki Bandara Internasional  yang ditempatkan di Kabupaten Lombok Tengah.

7. NTB adalah Provinsi yang di apik oleh 2 provinsi yang merupakan destinasi wisata Dunia di Indonesia, yakni Provinsi Bali dengan Pantai Kute-nya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Pulau Komodo-nya.

8. selain itu Pulau Lombok yang ada di NTB, seringkali disebut sebagai pulau seribu masjid, karena di pulau ini hampir setiap kampung memiliki masjid tersendiri.

Sayangnya keunikan kunikan diatas baik yang terdiri atas keindahan Alam, kekayaan Alam, dan Multikultularisme warganya, berbanding terbalik dengan kondisi penduduknya yang masih jauh tertinggal dari daerah lain, beberapa hal yang menjadi problem ketertinggalan penduduk NTB adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Pendidikan yang masih terbilang rendah, karena rata rata usia sekolah tidak sampai tamat SD.

2. Tingkat Kesahatan masyarakat baik dari segi Fisik, maupun Rohani yang masih rendah. hal ini dibuktikan dengan, masih banyaknya kasus kematian Ibu pada saat melahirkan, masih adanya Bayi atau balita yang terkena busung lapar, masih banyaknya pasangan suami istri yang bercerai, tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang tinggi dll.

3. Pendapatan ekonomi penduduknya yang masih terbilang rendah, karena rata-rata pendapatan ekonomi penduduk NTB hanya sebesar 1 US$ perhari, bahkan ada juga yang kurang.

4. Tingkat pengangguran yang masih tinggi,

5. kekerasan horizontal sering terjadi antara warga masyarakat.

Bilamana disandingkan kelebihan yang ada di Provinsi ini, dengan problematika ketertinggalan pembangunan warganya, maka pertanyaan yang timbul adalah kemana peran pemerintah daerah dalam menyandingkan berbagai kelebihan provinsi ini untuk menigkatkan keseahtraan penduduknya, serta kualitas Sumber Daya Manusia Daerah.

Sebagai bukti ekonomi misalnya, perputaran uang pada musim tanam tembakau di pulau lombok per-satu kali musim tanam bisa mencapai Rp 1.500.0000.0000.000 (1,5) Triliun ( Nurjihadi 2012) dengan rata rata keuntungan yang didapat oleh petani tembakau sebesar 20-40 juta.

Dari Sektor pariwisata juga dikatakan bahwa “jumlah kunjungan Wisatawan telah melampui target (dilhat pada spanduk kampanye TGB)”. belum lagi dari sektor Tambang, yang menagatakan bahwa Pemerintah Daerah telah berhasil memiliki saham PT NNT yang terbesar selah kurun waktu 20 tahun terkhir (Dengan memiliki 24 persen saham, MDB memperoleh dividen sebesar 48 juta dolar AS, dan sekitar 12 juta dolar AS diantaranya merupakan hak Pemda NTB atau 25 persen dari nilai deviden, selebihnya atau 75 persen merupakan hak Multicapital. Nilai dividen itu merupakan nilai kotor sebelum dikurangi pajak (antaramataram.com))

Bilamana dilihat dari total deviden yang diterima PEMDA NTB sebesar 12.000.000 US$= Rp 116.400.000.000 (jika kurs Rp= 9.700/US$). maka tentu seungguhnya PT NNT tidak memberikan/ kurang memberikan Kontribusi yang masif dalam pembangunan daerah untuk kesejahtraan rakyat NTB. kenapa.. karena dari Deviden untuk PEMDA jumlahnya sangat kecil bila di bandingkan dengan Asumsi Pendapatan PT NNT.

Sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan PT NNT untuk PEMDA KSB hanya sebesar Rp 13,9 Milyar lebih/2007. tentu saja keberadaan perusahaan tambang ini tidak dirasakan manfaatnya oleh Rakyat NTB, mengingat pendapatan dari sektor ini terbilang rendah. penyerepan tenaga kerjanya juga masih di dominasi orang luar NTB. karena SDM daerah yang tidak memenuhi.

Oleh karena itu, seyogyanya Pemerintah Daerah dalam Menyusun kerangka Kerja 5 tahun kedepan melalui RPJMD (RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAHA) harus melihat problem yang terjadi di masyarakat, disandingkan dengan tingkat pendapatan daerah dari sisi ekonomi. Mengingat selama ini pembangunan daeraha walaupun berkembang tapi terasa jalan di tempat. 

Sektor-sektor ekonomi yang menjadi kelebihan daerah harus mampu di Optimalkan untuk kemajuan masyarakat. Sektor pembangunan ekonomi masyarakat yang paling nyata dirasahakan adalah:

1. Bidang pertanian temabakau

2. Bidang Pariwisata (untuk daerah Senggigi, Gili Terawangan) sedangkan Obyek Wisata yang lain belum terasa manfaatnya bagi penduduk sekitar.

3. Bidang Perdagangan (Hasil Panen Komoditas tani unggulan harus di perjelas)

4. Bidang Usaha Kecil dan Menengah (Pembinaan Yanng masih kurang)

Disamping itu juga pengelolaah keuangan daerah harus mampu mengurangi jumlah dana BANTUAN SOSIAL (BANSOS, karena rawan korupsi). pengelolaan keuangan daerah harus memfokuskan diri untuk memperbaiki tiga sektor utama pembangunan manusia (Yaitu PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN INFRASTRUKTUR MASYARAKATA TERPENCIL).

kalau sektor pembangunan ekonomi masyarakat yang paling riil di sandingkan dengan konsep pengelolaan keuangan daerah terfokus pada 3 hal di atas (PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN INFRASTURUKTUR MASYARAKAT TERPENCIL) yang merata. maka NTB pada 5 tahun kedepan akan menjadi salah satu Provinsi yang maju. Sebagai catatan dalam hal ini pemerintah juga tidak boleh melakukan diskriminasi pembangunan, karena inilah hal yang paling utama menyebabkan ketertinggalan daerah.

Kutipan

Petarung sejati…

Petarung sejati bukan yg selalu menang tapi ia memiliki nafas hidup lebih lama untuk selalu siap bertarung, bertahan dan menang dari satu arena ke arena berikutnya.Karena perjuangan bukan hanya untuk satu arena dalam sebuah turnamen episode kehidupan anak manusia.(IWAN Wahyudi)

petarung adalah mereka yang senantias  sabar dalam menyerang dan sabar dalam bertahan. 

petarung adalah mereka yang mampu memperkecil dari noda noda dosa yang ditularkan oleh syaitan  yang menggodanya.

petarung adalah  mereka yang mampu menghadapi semua tantangan dalam kesabaran penuh makna mengharap ridho ilahi

(a.r.khadapi)

Menerawang NTB LIMA (5) Tahun Kedepan

                      

Oleh:

Ahmad. R. Khadapi

 

            Terpilihnya kembali calon incumbent (TGB H.M Zainul Majdi) sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) prioede 2013-2018 tentu menjadi harapan akan kemajuan daerah pada 5 tahun prioede berikutnya. Nusa Tenggara Barat merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim menjadi provinsi paling banyak mendapatkan prestasi negative (buruk) dalam hal pembangunan manusia, contohnya Indeks Demokrasi NTB rilis terakhir masih berada pada posisi 32 dari 33 provinsi di Indonesia begitupun dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Apabila melihat dari sejarah daerah, maka Kurun waktu selama 50 tahun lebih  daerah ini terbentuk, posisi indeks pembangunan manusia NTB selalu berada di posisi akhir.

            Menarik untuk di kaji ulang bahwa pada masa pemerintahan Gubernur yang sekarang  ( TGB H.M Zainul Majdi),  posisi Indeks Pembangunan Manusia NTB juga tetap berada di urutan bawah yakni No.32 dari 33 provinsi. Berdasarkan pernyataan beliau ketika debat kandidat calon  Gubernur NTB di Hotel Lombok Raya beberapa waktu yang lalu, bahwa beliau mengatakan “IPM hasil kerja pemerintahannya bersama Badrul Munir (BM) akan bisa dilihat pada 2 tahun yang akan datang atau 2015.”

            Tentu pernyataan ini harus dibuktikan dengan rilis BPS terkait IPM NTB pada 2015 yang akan datang. Beliau optimis jikalau IPM NTB pada tahun 2015 akan berada pada posisi papan tengah (antara 20-10). Hal tersebut disampaikan pada saat debat kandidat berlangsung. Jika pada tahun 2015 nanti IPM NTB tetap berada pada posisi ke-32, maka bisa dikatakan bahwa pemerintahan TGB H.M Zainul Majdi “gagal dalam melaksanakan Visi Misi nya untuk masa pemerintahan priode 2008-2013”         Dengan hasil PEMILUKADA (Pemilihan Kepala Daerah) 2013, menempatkan TGB H.M Zainul Majdi sebagai kandidat dengan jumlah suara hampir 40% lebih dari total pemilih, otomatis pasangan Nomor urut 1 ini terpilih dalam satu putaran. Maka prioede pemerintahannya yang ke-2 ini menjadi ajang untuk memberikan bukti pada rakyat NTB bahwa beliau akan berhasil membangun NTB. Jika TGB benar-benar tidak ingin dikatakan gagal dalam memerintah. Tahun 2018 juga akan menjadi tahun bersejarah bagi beliau bahwa penghargaan yang telah diterima selama ini (Pada prioede pertama pemerintahannya) dari berbagai kalangan yang menyatakan pemerintahannya telah berhasil membangun NTB, akan bisa dilihat kebenarannya.

            Mengingat pada tahun 2013 setelah 5 tahun masa pemerintahaannya, beliau tidak mau disebut gagal membangun manusia NTB. Dalam pada ia bersua bahwa hasil pembangunan manusia NTB akan bisa dilihat pada tahun 2015 nanti. Misi melanjutkan ikhtiar, adalah misi yang di emban. Tentu harapan semua warga masyarakat NTB akan ada perbaikan dalam hidup mereka bisa di tunaikan oleh beliau.

            Jangan sampai pernyataan-pernyataan yang telah dijanjikan kepada masyarakat pada saat kampanye pemilihan gubernur tidak mau ditindak lanjuti. Misalnya kita mengingat apa yang pernah menjadi janji kampanye beliau pada tahun 2008 lalu seperti:

  1. Pendidikan Geratis
  2. Kesehatan/ Biaya berobat Geratis, serta janji-janji politik yang lainnya.

            Namun, seperti diketahui selama 5 tahun masa pemerintahannya janji mengenai pendidikan geratis tidak  jua mampu dipenuhi. Beliau hanya mengatakan bahwa kita telah menganggarkan dana di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sebesar 20% untuk pendidikan sesuai amanat konstitusi. Menurut hemat saya anggaran APBD 20% untuk pendidikan selama masa pemerintahan beliau 5 tahun bukanlah suatu prestasi yang harus di banggakan. Kenapa..? Anggaran pendidikan 20% itu adalah anggaran yang wajib dijalankan oleh pemerintah atau merupakan standar minial  dari total Alokasu dana APBN/APBD untuk pendidikan yang harus dianggarkan. Kalau kemudian dengan anggaran 20% itu ternyata belum mampu memberikan pendidikan geratis, maka harus ditambah alokasinya, jangan dibiarkan tetap.

            Untuk Lima (5) tahun kedepan bila dilihat dari lima (5) tahun kebelakang masa pemerintahan beliau, maka ada beberapa Rekomendasi bagi pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), antara lain:

Untuk 5 tahun kebelakang Pekerjaan Rumah (PR) bagi TGB H.M Zainul Majdi yang belum terselasaikan, dan harus dituntaskan adalah:

  1. Penigkatan Pendapatan Asli Daeraha (PAD) yang tidak pernah terealisasi sesuai dengan target.
  2. Pendidikan Geratis yang di janjikan juga tidak pernah terealisasi sesuai dengan target.
  3. Target pada pelaksanaan program AKINO (Angka Kematian Ibu Nol, ADONO (Angka Drop Out Nol), dan ABSANO (Angka Buta Aksara Nol), juga tidak pernah teralisasi sesuai denga Target
  4. Target Pengurangan Jumlah Kekerasan dalam Rumah Tangga di NTB juga tidak pernah terealisasi sesuai dengan yang di targetkan.
  5. Target Pemerataan Fasilitas antara Kota dan Desa juga masih jauh.
  6. Dan berbagai macam bentuk target pembangunan lainnya yang belum bisa mencapai target.
  7. Untuk melihat keberhasilan Program Kerja dengan realisasi dari program kerja beliau, bisa dilihat dengan membandingkan VISI MISI yang tertaung dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013 terhadap Laporan Kinerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemerintah 2013

            Melihat target-target pembangunan yang belum bisa dicapai pada 5 tahun pertama masa pemerintahan beliau untuk NTB, maka tersinergi dalam IPM NTB yang masih enggan singgah dari  posisi 32 /2013 dengan rilis BPS pada tahun 2010. Oleh karena itu untuk meningkatkan pembangunan IPM NTB  supaya tidak stagnan berada di posisi 32 untuk keberhasilan NTB tahun 2018. Maka beberapa usulan perbaikan yang wajib dijalankan sebagai berikut:

Bidang Pemerintahan Umum

  1. Pengelolaan Keuangan Daerah dengan proporsional lebih ke arah pelayanan publik dan bersifat dasar berupa program bukan dana hibah atau bansos.
  2. SPM, penyesuaian beban kerja pegawai.

Sektor Pendidikan

  1. Pemberian beasiswa pendidikan untuk siswa lulus SMP (sederajat) berbasis dusun minimal 3 orang perdusun pertahun.
  2. Penyediaan  bus sekolah untuk SMP dan SMA  di setiap kecamatan.
  3. Menjamin   ketersediaan dana transparansi  penerima beasiswa pendidikan  dari D3 (1000), S1(1000), S2(500), S3(100).
  4. Beasiswa pendidikan bagi pemuda, tenaga medis, atlet berprestasi, guru berprestasi.
  5. Menambah  ruang kelas baru (cek berapa yang tersedia, rusak berat, ringan dan rusak parah) disesuaikan dengan kemampuan APBD/N
  6. Pemerataan penempatan guru bersetifikasi ( merata dari TK-SMA Kab/kota)
  7. Membangun pusat seni dan budaya di setiap kabupaten dan kota
  8. Membangun sarana olahraga di setiap Kabupaten dan Kota
  9. i.        Peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 7,8 Tahun

Sektor Kesehatan

  1. Pemerataan tenaga medis (Dokter, Bidan, Perawat/desa/kelurahan).
  • Rasio 1 Dokter Umum menangani  7.200 orang.
  • Rasio 1 Bidan menangani menangani 5800 orang
  • Rasion 1 Perawat menangani 4400 orang
  1. Revitalisasi 8.922 posyandu serta ada dana insentif bagi kader posyandu

Sektor Infrastruktur

            Mengalokasikan 1,1 Milyar Rupiah untuk infrastruktur pedesaan, seperti    pembangunan Jalan, SD air bersih, sanitasi dll Pertahun dalam 5 tahun. (doc.BKP KAMMI NTB)

            Dari Program yang telah ada, serta program tambahan ini, maka diharapkan pada 2018 akhir masa jabatan beliau posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB, bisa beranjak dari papan bawah (32) menjadi Papan tengah (20-10). Juga untuk mendukung rencana keberhasilan peningkatan IPM NTB/2018 diperlukan sinergitas program kerja, tata laksana, dan pengawasan serius dari Gubernur. Sekaligus menjadi sifat wajib yang harus  menyertai jalannya pemerintahan prioede ke-2 (2013-2018) untuk mencapai Cita-Cita bersama membangun Nusa Tenggara Barat.

 

Menggali Hiruk Pikuk Demokrasi NTB

a.r.khadapi  Pada hari ini senin 13 mei 2013, untuk kedua kalinya Nusa Tenggara Barat melakukan proses demokrasi yaitu (pemilihan kepala daerah secara langsung). Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang No.32 Tahun 2004. Tidak hanya untuk provinsi, namun juga di Ikuti oleh dua kabupaten kota yang ada di NTB yaitu Lombok Timur dan kota Bima.

Sebagai warga masyarakat yang menjadi bagian dari warga NTB dan Lotim, saya secara usia sudah memenuhi persyaratan untuk memberikan hak suara. tapi karena tidak memiliki surat panggilan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk memilih , saya diperbolehkan untuk tetap memberikan hak pilih saya dengan syarat membawa KTP atau Kartu Keluarga.

Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjadi lokasi saya memilih adalah TPS kampung saya, No. TPS-nya saya sedikit kurang mengingat dan memperhatikannya tadi. Suasana TPS cukup kondusif sebagaimana yang saya lihat, terpotret juga lalu lalang masyarakat yang akan memberikan hak suaranya. Ada yang berkoar-koar untuk memilih salah satu pasangan calon, namun ada juga yang diam dan menjaga kerahasiaan pilihannya.

Bagi saya pribadi ini adalah kali kedua saya mendapatkan hak suara, tahun 2008 lalu saya juga mempunyai hak suara, dan telah memilih salah satu pasangan calon. Dari pantauan di lapangan, sesungguhnya ada beberapa tipe pemilih yang menjadi ciri masyarakat pemilih:

1. Ada yang sudah tahu siapa yang akan dipilih, dan sudah mempersiapkan diri untuk memilih dari rumahnya.

2. Ada yang tidak tahu siapa yang akan dia pilih, dan menentukan pilihannya ketika berada di TPS, kemudian melihat pilihan orang, selanjutnya berkonsultasi supaya dia memilih siapa yang lebih baik.

3. Ada yang sudah tahu siapa yang akan dipilh, namun enggan untuk memilih karena semua calon dianggap sama saja, dan membiarkan dirinya lebih baik tidak memilih.

4. Ada juga yang hanya tahu satu calon saja, namun atas nama rasa keadilan dia mencoblos semua calon yang tertera.

Dari beberapa tipe pemilih di atas, saya meyakini diri saya termasuk tipe pemilih dengan kategori yang tertera pada No.1 (satu). kategori yang demikian ini, biasanya merupakan kategori pemilih yang memilih berdasarkan atas  pengetahuan yang tinggi terhadap calon yang dipilih.

Pada saat penghitungan suara, ada banyak kejadian yang melanda masyarakat. pada umumnya pendukung masing-masing calon berkumpul di TPS kemudian menyaksikan bersama-sama proses penghitungan suara yang berlangsung. Mereka yang terkelompokpun berdasarkan calon yang didukug, saling bersorak-sorai ketika calon mereka di sebut namanya (SAH) pada saat penghitungan.

Ada juga anggota masyarakat yang memasang taruhan (menjadikan PEMILUKADA) sebagai ajang untuk berjudi, mereka memasang taruhan antara 50 ribu rupiah sampai 200 ribu rupiah untuk calon yang di andalkan.  Bahkan dari informasi yang lain ada juga yang lebih dari jumlah diatas.

Melihat Fenomena yang seperti ini, tentu Demokrasi (PEMILUKADA) telah mengajarkan kepada masyarakat menengah kebawah untuk secara tidak langsung melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama (Haram). hal ini menjadi precedent buruk bagi keberlanjutan dan pembangunan demokrasi dimasa yang akan datang.

Mengingat tingkatan demokrasi di Indonesia lebih khsus lagi di Nusa Tenggara Barat (NTB) secara kematangan masih menjadi perbincangan yang belum menemukan titik kedewasaan. ada 2 SLOGAN yang populer ketika PEMILU datang yaitu :

1. Ambil uangnya, jangan pilih orangnya

2. Serangan Fajar

Ambil uangnya, dan jangan pilih orangnya adalah sebuah slogan yang muncul ditengah masyarakat karena diakibatkan oleh prilaku calon yang suka membagi-bagikan uang supaya dipilih. Sedangkan Serangan Fajar, yaitu lebih merujuk kepada tingkah laku calon yang membagikan uang pada pagi hari subuh pada hari pemilihan kepada masyarakat, agar supaya masyarakat memilih orang/calon yang memberikan uang tersebut.

Dua macam slogan diatas merupakan bentuk money politic, yang dengan money politic ini mencerminkan kedewasaan demokrasi kita yang masih rendah, dan membentuk pola fikir masyarakat bahwa untuk memilih calon tertentu berani bayar berapa.

Kita berharap PEMILUKADA NTB tahun ini, menjadi mercusuar perubahan NTB di masa yang akan datang, yang lebih mensejahterakan rakyat, dan menjadikan demokrasi sebagai sarana mewujudkan masyarakat madani (civil sosiety).

by: Ahmad Rizal Khadapi

Pakaian terbaik pada malam pengantin

Islam menganjurkan masing masing pasangan untuk saling bertemu pada malam pengantin dalam keadaan suci lahir maupun batin. suci batin berart kedua memplai bertujuan membentuk keluarga islami, melahirkan keturunan yang beriman kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai Agama, dan Muhammad sebagai Rasul. suci lahir berarti berpakaian berarti berpakaian bagus dan berhias penuh keindahan, baik memplai pria maupun wanita. sebenarnya yang demikian itu bukan hanya pada malam pengantin saja, tetapi dianjurkan dilakukan setiap saat.

oleh karena itu, suami hendaknya mengenakan pakaian terindah pada malam pengantin. demikian juga dengan sang istri, dengan syarat pakaian yang dikenakan memplai wanita hanya menampakkan wajah dan kedua telapak tangansesuai dengan prinip Islam. Malam pengantin tidak berarti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Pemandangan wanita yang memakai pakaian transparan pada malam pengantin sama sekali bukan dari ajaran Islam, bahkan merupakan perbuatan setan yang berbahaya.

Jika mempelai wanita tidak mempunyai pakaian baru, dia bisa meminjam pakaian yang paling bagus dari teman temannya. Dari Aisyah RA disebutkan bahwa

dia pernah meminjam satu kalung dari Asma RA yang kemudian hilang, Rasullullah SAW mengirim beberapa sahabat untuk mencarinya (HR Bukhari)

dia pernah meminjam satu kalung dari Asma RA yang kemudian hilang, Rasullullah SAW mengirim beberapa sahabat untuk mencarinya (HR Bukhari)

Sebagai bentuk kiasan, berdasarkan hadist ini, pengantin yang dibolehkan meminjam pakaian baru dar kawan-kawannya agara mereka bisa menemui pasangan dalam keadaan paling tampan.

Setelah itu , dianjurkan bagi kedua memplai memasuki rumah tangga baru yang diperintahkan Allah SWT untuk dibangun dan di bina.