Sebagai salah satu Provinsi dengan mayoritas Muslim terbesar di Indonesia, Nusa Tenggara Barat memiliki Keunikan tersediri. Provinsi yang terdiri atas 2 pulau besar yakni Lombok dan Sumbawa, memiliki total Populasi Penduduk sebesar 4.434.012 jiwa, dengan 96 % lebih adalah muslim. Keunikan Provinsi ini terleatak pada beberapa hal yang seringkali menjadi destinasi wisata, pembangun perekonomian daerah, dan pembuat decak kagum bagi orang dari luar daerah,  antara lain:

1. NTB adalah Provinsi yang memiliki bentang alam cukup bagus, dengan konstruksi alam Gunung besar yang telah mendunia namanya, Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

2. NTB adalah Provinsi yang memiliki keistimwaan sendiri dalam destinasi wisata pulau-pulau kecil nan indah, karena adanya Gili Terwangan yang telah tersohor sampai di Luar Negeri.

3. NTB juga adalah Provinsi dengan konstruksi pembangunan Ekonomi yang berpacu pada  komiditas Pertanian tertentu, seperti Padi, Jagung, dan Rumput laut. juga dalam hal ini adalah Komoditas Ternak Sapi. prestasi dalam bidang pertanian untuk NTB adalah pernah menyabet gelar sebagai Lumbung Padi.

4. NTB selain memiliki Komuditas Pertanian, juga terdapat Usaha pertambangan dengan sekala Multinasional, melalui PT. NNT. yang beroprasi di KSB.

5. NTB juga memiliki pantai yang tidak kalah indah dengan pantai kuta yang berada di Bali, sebut saja misalnya pantai Kute di Lombok Tengah, Pantai Senggi di Lombok Barat, dll.

6. NTB juga telah memiliki Bandara Internasional  yang ditempatkan di Kabupaten Lombok Tengah.

7. NTB adalah Provinsi yang di apik oleh 2 provinsi yang merupakan destinasi wisata Dunia di Indonesia, yakni Provinsi Bali dengan Pantai Kute-nya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Pulau Komodo-nya.

8. selain itu Pulau Lombok yang ada di NTB, seringkali disebut sebagai pulau seribu masjid, karena di pulau ini hampir setiap kampung memiliki masjid tersendiri.

Sayangnya keunikan kunikan diatas baik yang terdiri atas keindahan Alam, kekayaan Alam, dan Multikultularisme warganya, berbanding terbalik dengan kondisi penduduknya yang masih jauh tertinggal dari daerah lain, beberapa hal yang menjadi problem ketertinggalan penduduk NTB adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Pendidikan yang masih terbilang rendah, karena rata rata usia sekolah tidak sampai tamat SD.

2. Tingkat Kesahatan masyarakat baik dari segi Fisik, maupun Rohani yang masih rendah. hal ini dibuktikan dengan, masih banyaknya kasus kematian Ibu pada saat melahirkan, masih adanya Bayi atau balita yang terkena busung lapar, masih banyaknya pasangan suami istri yang bercerai, tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang tinggi dll.

3. Pendapatan ekonomi penduduknya yang masih terbilang rendah, karena rata-rata pendapatan ekonomi penduduk NTB hanya sebesar 1 US$ perhari, bahkan ada juga yang kurang.

4. Tingkat pengangguran yang masih tinggi,

5. kekerasan horizontal sering terjadi antara warga masyarakat.

Bilamana disandingkan kelebihan yang ada di Provinsi ini, dengan problematika ketertinggalan pembangunan warganya, maka pertanyaan yang timbul adalah kemana peran pemerintah daerah dalam menyandingkan berbagai kelebihan provinsi ini untuk menigkatkan keseahtraan penduduknya, serta kualitas Sumber Daya Manusia Daerah.

Sebagai bukti ekonomi misalnya, perputaran uang pada musim tanam tembakau di pulau lombok per-satu kali musim tanam bisa mencapai Rp 1.500.0000.0000.000 (1,5) Triliun ( Nurjihadi 2012) dengan rata rata keuntungan yang didapat oleh petani tembakau sebesar 20-40 juta.

Dari Sektor pariwisata juga dikatakan bahwa “jumlah kunjungan Wisatawan telah melampui target (dilhat pada spanduk kampanye TGB)”. belum lagi dari sektor Tambang, yang menagatakan bahwa Pemerintah Daerah telah berhasil memiliki saham PT NNT yang terbesar selah kurun waktu 20 tahun terkhir (Dengan memiliki 24 persen saham, MDB memperoleh dividen sebesar 48 juta dolar AS, dan sekitar 12 juta dolar AS diantaranya merupakan hak Pemda NTB atau 25 persen dari nilai deviden, selebihnya atau 75 persen merupakan hak Multicapital. Nilai dividen itu merupakan nilai kotor sebelum dikurangi pajak (antaramataram.com))

Bilamana dilihat dari total deviden yang diterima PEMDA NTB sebesar 12.000.000 US$= Rp 116.400.000.000 (jika kurs Rp= 9.700/US$). maka tentu seungguhnya PT NNT tidak memberikan/ kurang memberikan Kontribusi yang masif dalam pembangunan daerah untuk kesejahtraan rakyat NTB. kenapa.. karena dari Deviden untuk PEMDA jumlahnya sangat kecil bila di bandingkan dengan Asumsi Pendapatan PT NNT.

Sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan PT NNT untuk PEMDA KSB hanya sebesar Rp 13,9 Milyar lebih/2007. tentu saja keberadaan perusahaan tambang ini tidak dirasakan manfaatnya oleh Rakyat NTB, mengingat pendapatan dari sektor ini terbilang rendah. penyerepan tenaga kerjanya juga masih di dominasi orang luar NTB. karena SDM daerah yang tidak memenuhi.

Oleh karena itu, seyogyanya Pemerintah Daerah dalam Menyusun kerangka Kerja 5 tahun kedepan melalui RPJMD (RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAHA) harus melihat problem yang terjadi di masyarakat, disandingkan dengan tingkat pendapatan daerah dari sisi ekonomi. Mengingat selama ini pembangunan daeraha walaupun berkembang tapi terasa jalan di tempat. 

Sektor-sektor ekonomi yang menjadi kelebihan daerah harus mampu di Optimalkan untuk kemajuan masyarakat. Sektor pembangunan ekonomi masyarakat yang paling nyata dirasahakan adalah:

1. Bidang pertanian temabakau

2. Bidang Pariwisata (untuk daerah Senggigi, Gili Terawangan) sedangkan Obyek Wisata yang lain belum terasa manfaatnya bagi penduduk sekitar.

3. Bidang Perdagangan (Hasil Panen Komoditas tani unggulan harus di perjelas)

4. Bidang Usaha Kecil dan Menengah (Pembinaan Yanng masih kurang)

Disamping itu juga pengelolaah keuangan daerah harus mampu mengurangi jumlah dana BANTUAN SOSIAL (BANSOS, karena rawan korupsi). pengelolaan keuangan daerah harus memfokuskan diri untuk memperbaiki tiga sektor utama pembangunan manusia (Yaitu PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN INFRASTRUKTUR MASYARAKATA TERPENCIL).

kalau sektor pembangunan ekonomi masyarakat yang paling riil di sandingkan dengan konsep pengelolaan keuangan daerah terfokus pada 3 hal di atas (PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN INFRASTURUKTUR MASYARAKAT TERPENCIL) yang merata. maka NTB pada 5 tahun kedepan akan menjadi salah satu Provinsi yang maju. Sebagai catatan dalam hal ini pemerintah juga tidak boleh melakukan diskriminasi pembangunan, karena inilah hal yang paling utama menyebabkan ketertinggalan daerah.