Islam menganjurkan masing masing pasangan untuk saling bertemu pada malam pengantin dalam keadaan suci lahir maupun batin. suci batin berart kedua memplai bertujuan membentuk keluarga islami, melahirkan keturunan yang beriman kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai Agama, dan Muhammad sebagai Rasul. suci lahir berarti berpakaian berarti berpakaian bagus dan berhias penuh keindahan, baik memplai pria maupun wanita. sebenarnya yang demikian itu bukan hanya pada malam pengantin saja, tetapi dianjurkan dilakukan setiap saat.

oleh karena itu, suami hendaknya mengenakan pakaian terindah pada malam pengantin. demikian juga dengan sang istri, dengan syarat pakaian yang dikenakan memplai wanita hanya menampakkan wajah dan kedua telapak tangansesuai dengan prinip Islam. Malam pengantin tidak berarti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Pemandangan wanita yang memakai pakaian transparan pada malam pengantin sama sekali bukan dari ajaran Islam, bahkan merupakan perbuatan setan yang berbahaya.

Jika mempelai wanita tidak mempunyai pakaian baru, dia bisa meminjam pakaian yang paling bagus dari teman temannya. Dari Aisyah RA disebutkan bahwa

dia pernah meminjam satu kalung dari Asma RA yang kemudian hilang, Rasullullah SAW mengirim beberapa sahabat untuk mencarinya (HR Bukhari)

dia pernah meminjam satu kalung dari Asma RA yang kemudian hilang, Rasullullah SAW mengirim beberapa sahabat untuk mencarinya (HR Bukhari)

Sebagai bentuk kiasan, berdasarkan hadist ini, pengantin yang dibolehkan meminjam pakaian baru dar kawan-kawannya agara mereka bisa menemui pasangan dalam keadaan paling tampan.

Setelah itu , dianjurkan bagi kedua memplai memasuki rumah tangga baru yang diperintahkan Allah SWT untuk dibangun dan di bina.