Oleh:

Ahmad. R. Khadapi

 

            Terpilihnya kembali calon incumbent (TGB H.M Zainul Majdi) sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) prioede 2013-2018 tentu menjadi harapan akan kemajuan daerah pada 5 tahun prioede berikutnya. Nusa Tenggara Barat merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim menjadi provinsi paling banyak mendapatkan prestasi negative (buruk) dalam hal pembangunan manusia, contohnya Indeks Demokrasi NTB rilis terakhir masih berada pada posisi 32 dari 33 provinsi di Indonesia begitupun dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Apabila melihat dari sejarah daerah, maka Kurun waktu selama 50 tahun lebih  daerah ini terbentuk, posisi indeks pembangunan manusia NTB selalu berada di posisi akhir.

            Menarik untuk di kaji ulang bahwa pada masa pemerintahan Gubernur yang sekarang  ( TGB H.M Zainul Majdi),  posisi Indeks Pembangunan Manusia NTB juga tetap berada di urutan bawah yakni No.32 dari 33 provinsi. Berdasarkan pernyataan beliau ketika debat kandidat calon  Gubernur NTB di Hotel Lombok Raya beberapa waktu yang lalu, bahwa beliau mengatakan “IPM hasil kerja pemerintahannya bersama Badrul Munir (BM) akan bisa dilihat pada 2 tahun yang akan datang atau 2015.”

            Tentu pernyataan ini harus dibuktikan dengan rilis BPS terkait IPM NTB pada 2015 yang akan datang. Beliau optimis jikalau IPM NTB pada tahun 2015 akan berada pada posisi papan tengah (antara 20-10). Hal tersebut disampaikan pada saat debat kandidat berlangsung. Jika pada tahun 2015 nanti IPM NTB tetap berada pada posisi ke-32, maka bisa dikatakan bahwa pemerintahan TGB H.M Zainul Majdi “gagal dalam melaksanakan Visi Misi nya untuk masa pemerintahan priode 2008-2013”         Dengan hasil PEMILUKADA (Pemilihan Kepala Daerah) 2013, menempatkan TGB H.M Zainul Majdi sebagai kandidat dengan jumlah suara hampir 40% lebih dari total pemilih, otomatis pasangan Nomor urut 1 ini terpilih dalam satu putaran. Maka prioede pemerintahannya yang ke-2 ini menjadi ajang untuk memberikan bukti pada rakyat NTB bahwa beliau akan berhasil membangun NTB. Jika TGB benar-benar tidak ingin dikatakan gagal dalam memerintah. Tahun 2018 juga akan menjadi tahun bersejarah bagi beliau bahwa penghargaan yang telah diterima selama ini (Pada prioede pertama pemerintahannya) dari berbagai kalangan yang menyatakan pemerintahannya telah berhasil membangun NTB, akan bisa dilihat kebenarannya.

            Mengingat pada tahun 2013 setelah 5 tahun masa pemerintahaannya, beliau tidak mau disebut gagal membangun manusia NTB. Dalam pada ia bersua bahwa hasil pembangunan manusia NTB akan bisa dilihat pada tahun 2015 nanti. Misi melanjutkan ikhtiar, adalah misi yang di emban. Tentu harapan semua warga masyarakat NTB akan ada perbaikan dalam hidup mereka bisa di tunaikan oleh beliau.

            Jangan sampai pernyataan-pernyataan yang telah dijanjikan kepada masyarakat pada saat kampanye pemilihan gubernur tidak mau ditindak lanjuti. Misalnya kita mengingat apa yang pernah menjadi janji kampanye beliau pada tahun 2008 lalu seperti:

  1. Pendidikan Geratis
  2. Kesehatan/ Biaya berobat Geratis, serta janji-janji politik yang lainnya.

            Namun, seperti diketahui selama 5 tahun masa pemerintahannya janji mengenai pendidikan geratis tidak  jua mampu dipenuhi. Beliau hanya mengatakan bahwa kita telah menganggarkan dana di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sebesar 20% untuk pendidikan sesuai amanat konstitusi. Menurut hemat saya anggaran APBD 20% untuk pendidikan selama masa pemerintahan beliau 5 tahun bukanlah suatu prestasi yang harus di banggakan. Kenapa..? Anggaran pendidikan 20% itu adalah anggaran yang wajib dijalankan oleh pemerintah atau merupakan standar minial  dari total Alokasu dana APBN/APBD untuk pendidikan yang harus dianggarkan. Kalau kemudian dengan anggaran 20% itu ternyata belum mampu memberikan pendidikan geratis, maka harus ditambah alokasinya, jangan dibiarkan tetap.

            Untuk Lima (5) tahun kedepan bila dilihat dari lima (5) tahun kebelakang masa pemerintahan beliau, maka ada beberapa Rekomendasi bagi pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), antara lain:

Untuk 5 tahun kebelakang Pekerjaan Rumah (PR) bagi TGB H.M Zainul Majdi yang belum terselasaikan, dan harus dituntaskan adalah:

  1. Penigkatan Pendapatan Asli Daeraha (PAD) yang tidak pernah terealisasi sesuai dengan target.
  2. Pendidikan Geratis yang di janjikan juga tidak pernah terealisasi sesuai dengan target.
  3. Target pada pelaksanaan program AKINO (Angka Kematian Ibu Nol, ADONO (Angka Drop Out Nol), dan ABSANO (Angka Buta Aksara Nol), juga tidak pernah teralisasi sesuai denga Target
  4. Target Pengurangan Jumlah Kekerasan dalam Rumah Tangga di NTB juga tidak pernah terealisasi sesuai dengan yang di targetkan.
  5. Target Pemerataan Fasilitas antara Kota dan Desa juga masih jauh.
  6. Dan berbagai macam bentuk target pembangunan lainnya yang belum bisa mencapai target.
  7. Untuk melihat keberhasilan Program Kerja dengan realisasi dari program kerja beliau, bisa dilihat dengan membandingkan VISI MISI yang tertaung dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013 terhadap Laporan Kinerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemerintah 2013

            Melihat target-target pembangunan yang belum bisa dicapai pada 5 tahun pertama masa pemerintahan beliau untuk NTB, maka tersinergi dalam IPM NTB yang masih enggan singgah dari  posisi 32 /2013 dengan rilis BPS pada tahun 2010. Oleh karena itu untuk meningkatkan pembangunan IPM NTB  supaya tidak stagnan berada di posisi 32 untuk keberhasilan NTB tahun 2018. Maka beberapa usulan perbaikan yang wajib dijalankan sebagai berikut:

Bidang Pemerintahan Umum

  1. Pengelolaan Keuangan Daerah dengan proporsional lebih ke arah pelayanan publik dan bersifat dasar berupa program bukan dana hibah atau bansos.
  2. SPM, penyesuaian beban kerja pegawai.

Sektor Pendidikan

  1. Pemberian beasiswa pendidikan untuk siswa lulus SMP (sederajat) berbasis dusun minimal 3 orang perdusun pertahun.
  2. Penyediaan  bus sekolah untuk SMP dan SMA  di setiap kecamatan.
  3. Menjamin   ketersediaan dana transparansi  penerima beasiswa pendidikan  dari D3 (1000), S1(1000), S2(500), S3(100).
  4. Beasiswa pendidikan bagi pemuda, tenaga medis, atlet berprestasi, guru berprestasi.
  5. Menambah  ruang kelas baru (cek berapa yang tersedia, rusak berat, ringan dan rusak parah) disesuaikan dengan kemampuan APBD/N
  6. Pemerataan penempatan guru bersetifikasi ( merata dari TK-SMA Kab/kota)
  7. Membangun pusat seni dan budaya di setiap kabupaten dan kota
  8. Membangun sarana olahraga di setiap Kabupaten dan Kota
  9. i.        Peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 7,8 Tahun

Sektor Kesehatan

  1. Pemerataan tenaga medis (Dokter, Bidan, Perawat/desa/kelurahan).
  • Rasio 1 Dokter Umum menangani  7.200 orang.
  • Rasio 1 Bidan menangani menangani 5800 orang
  • Rasion 1 Perawat menangani 4400 orang
  1. Revitalisasi 8.922 posyandu serta ada dana insentif bagi kader posyandu

Sektor Infrastruktur

            Mengalokasikan 1,1 Milyar Rupiah untuk infrastruktur pedesaan, seperti    pembangunan Jalan, SD air bersih, sanitasi dll Pertahun dalam 5 tahun. (doc.BKP KAMMI NTB)

            Dari Program yang telah ada, serta program tambahan ini, maka diharapkan pada 2018 akhir masa jabatan beliau posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB, bisa beranjak dari papan bawah (32) menjadi Papan tengah (20-10). Juga untuk mendukung rencana keberhasilan peningkatan IPM NTB/2018 diperlukan sinergitas program kerja, tata laksana, dan pengawasan serius dari Gubernur. Sekaligus menjadi sifat wajib yang harus  menyertai jalannya pemerintahan prioede ke-2 (2013-2018) untuk mencapai Cita-Cita bersama membangun Nusa Tenggara Barat.