LIGA CHAMPIONS dan PEMILUKADA NTB

Oleh:

AHMAD RIZAL KHADAPI*

Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur NTB 2013 telah memasuki masa kampanye. Bertepatan dengan itu banyak sekali terjadi polemic dalam masyarakat, baru –baru ini Lombok Post memberitakan telah terjadi penyebaran selebaran bebas yang menyudutkan salah satu pasangan calon, lokasi penyebarannya ada di kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Di Kota Mataram selebaran bebas tersebut diketahui ada di sekitar jalan Udayana.

Kamapanye semacam ini dengan menyudutkan salah satu pasangan calon tentu tidak bisa diterima dengan nalar yang logis. Mengingat pesta demokrasi untuk memilih calon kepala daerah biasanya akan menimbulkan konflik antar masyarakat , diberbagai daerah di Indoensia yang telah melaksanakan Pemilukada, konflik horizontal ini telah menjadi momok menakutkan. Oleh karena itu patut disayangkan ada element masyarakat tertentu yang melakukan kampanye hitam semacam itu.

Pemilukada NTB kali ini di ikuti oleh empat (4) pasangan calon. Antara lain M. Zainul Majdi dan Muhamad Amin (TGB-Amin) sebagai pasangan calon Incumbent, kemudian  pasangan No. Urut 2 (dua) Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan yang di singkat SJP Johan, pasangan No. Urut 3 Harun Al-Rasyid dan Lalu Muhyi Abidin yang disingkat HARUM, dan yang terakhir pasangan dengan No. Urut 4 (empat) Zulkifli Muhadli dan Muhamad Ichsan yang di singkat Zul-ichsan.

Bila disandingkan dengan laga Liga Champion saat ini, maka Liga Champion sudah memasuki laga semi final, ada empat tim yang bertarung, yaitu Real Madrid dengan kostum kebanggan Putih, Brousia doutrmund dengan kostum kebanggaan hitam kuning, kemudian Bayern Munchen dengan kostum kebanggaan orange, dan yang terakhir adalah Barcelona dengan Kostum kebanggaan Biru Hitam.

Menarik untuk dicermati ternyata masing masing kontestan Liga Champion dan Kontestan PEMILUKADA NTB kali ini memiliki persamaan Kostum yang Khas. Seperti halnya Pasangan TGB-Amin dengan Kostum khas PUTIH kalau di Ibaratkan seperti REAL MADRID (kostum Putih), kemudian SJP-Johan kalau di Ibaratkan seperti Borussia Dourtmund (Kuning-Hitam), selanjutnya Pasangan HARUM  jika di Ibaratkan juga seperti  Bayern Munchen (Kostum Orange) dan terkhir pasangan Zul-Ichsan sama seperti Barcelona (Biru hitam) walaupun dalam hal ini Zul-Ichsan identik dengan warna Hijau. Tapi Biru dengan hijau tidak terlalu jauh untuk di identikan, karena asal warna yang memiliki karakter sama.

Dari 4 peserta Liga Champion tahun ini, ternyata mereka berasal dari 2 negara yangyang masing-masing negara diwakili oleh 2 tim terbaik di negaranya. Jika Real Madrid dan Barlcelona  dari Spanyol, maka Borussia Dourtmund dan Bayern Munchen juga dari Jerman. Persamaannya dengan PEMILKADA NTB tahun ini adalah 4 pasangan calon ternyata juga berasal dari 2 pulau besar di NTB, jika TGB AMIN dan SJP Johan dari Lombok, maka HARUM dan Zul-Ichsan dari Sumbawa, untuk masing masing calon gubernurnya. Ini tentu menjadi pertanda yang baik.

Dalam sepak bola di kenal istilah Fair Play, istilah ini selalu dibentangkan pada saat Tim sepakbola akan segara bertanding dilapangan, dengan maskud dan tujuan untuk  supaya kedua tim ketika bertanding dilapangan tidak saling melakukan kekerasan dan bermain secara sportif. Ini tentu sangat bagus bagi tim sepak bola karena dengan begitu permainan sepak bola kan terasa lebih indah dan mampu menampilkan perdamaian di lapangan.

Fair Play di laga sepak bola patutnya juga bisa dicontoh oleh para kandidat pasangan calon yang akan bertarung di PEMILUKADA NTB tahun ini. Karena bagaimanapun juga suasana damai dan sportif dibutuhkan untuk NTB supaya Perhelatan demokrasi rakyat tahun ini akan menjadi ujung tombak kebangkitan NTB dimasa yang akan datang. Jangan sampai ada pasangan calon yang saling menjelekkan satu sama lain. Entah dalam bentuk kampanye hitam atau dalam bentuk apapun juga yang tidak di benarkan baik secara hukum maupun etika bermasyarakat.

Tentunya juga bila ada kampanye hitam semacam itu di khawatirkan dikalangan masyarakat yang tidak paham tentang kondisi perpolitikan akan menimbulkan sikap reaktif yang berlebihan dari pendukung pasangan calon yang merasa dilecehkan. Sehingga itu bisa menimbulkan konflik antar pendukung pasangan calon yang bisa menjalar menjadi konflik horizontal di masyarakat, dan tentu saja melukai demokrasi yang berusaha di bangun di Bumi Seribu Masjid ini.

Etika-etika berpolitik yang santun patutnya juga harus mampu di praktikan oleh para pasangan calon yang bertanding. Mereka harus bisa menghormati pasangan calon yang menjadi Rekan bertandingnya untuk mendapatkan hati rakyat yang sedang menjerit. Apa jadinya jika dikala masih menjadi calon gubernur saja, sudah saling menjelakkan satu sama lain. Padahal ketika sudah menjadi Gubernur selanjutnya salah satu calon yang menang itu hakekatnya adalah penerus estafet kepemimpinan yang di emban oleh gubernur sebelumnya.

Oleh karena itu saling menghormati untuk menjadi pasangan calon yang menang adalah mutlak harus lahir dalam diri hati setiap pasangan calon, hal itu menunjukan kebesaran hati yang ada pada mereka. Sebagaimana halnya pelatih Real Madrid (Jouse Mourinho) yang mengakui keunggulan dari Brousia Dourtmund dikala timnya di bantai 4-1 di first Leg Semi Final liga Champions beberapa hari yang lalu. Sikap sprotif ini tentu tidak dimiliki oleh mereka yang hanya mementingkan kelompok, tidak melihat kondisis rakyat yang masih terbelenggu dalam jurang kemiskinan, dan kenyataan ekonomi yang sulit.

Artinya siapapun yang akan menjadi Gubernur NTB Prioede 2013-2018, dikala mereka masih menjadi pasangan calon yang berlomba, mereka harus mampu memberikan contoh berpolitik yang sopan dan santun pada masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat tidak trouma dengan politik, dan tentu saja bisa lebih turut berpartisipasi dalam berpolitik, minimal tidak menjadi GOLPUT (GOLONGAN PUTIH) dikala datangnya PEMILIHAN UMUM (PEMILJU).

Sebagaimana masyarakat cendrung GOLPUT karena mengalami trouma politik yang mendalam. Trouma politk pada masyarakat umumnya disebabkan oleh sikap para politikus yang cenderung bermain curang dan saling menjelakkan antar politikus. Ini dilihat dimata masyarakata sebagai seuatu yang jelek sehingga menimbulkan kesan bahwa politik itu adalah sesuatu yang kotor dan harus di jauhi. Karena tingkah laku para politikus itu kemudian menyebabkan masyarakat juga enggan untuk memberikan hak suaranya / hak pilihnya dikala PEMILU datang di depan mata.

            Yang pasti kita tentu sepakat bahwa apapun  bentuk kampanye hitam yang melanda dunia politik NTB saat ini harusdihilangkan. Sejatinya para calon menghimbau kepada setiap tim suksesnya untuk tidak melakukan kampanye hitam. Perlu untuk di ingat juga bahwa sesungguhnya para pasangan calon ini sebenarnya sudah meneken Fakta Integritas supaya mereka tidak melakukan kampanye hitam. Dan juga di harapkan dalam hal ini pihak penyelenggara PEMILU yaitu KUPD NTB dan BAWASLU NTB untuk bertindak tegas terhadap mereka yang melanggar ketentuan–ketentuan Pemilu Bersih, Jujur, Adil, dan Terbuka. Jangan sampai pihak penyelenggara PEMILU ini sendiri diam dan cendrung membiarakan kejadian-kejadian semacam itu terus berlarut larut. Kalau sudah terjadi konflik baru mereka ketar ketir  turun tangan.

Terlebih juga bagi pasangan calon diharapakan mereka tidak melakukan kampanye yang bersifat provokatif dan saling menjatuhkan. Supaya massa pendukung masing-masing calon juga tidak terprovokasi, dan tentunya diharapkan bisa menikmati pesta demokrasi ini dengan demokratis. Sehingga kecendrungan berkampanye yang berlebihan juga disarankan kepada pasangan calon untuk lebih dikontrol dan diperbaiki, karena menurut pengelihatan masyarakat hal tersebut lah yang bisa memancing emosi  pendukung calon yang jadi rival.

Sebagai bagian dari anggota masyarakat terkecil kami berharap PEMILUKADA NTB tahun ini akan mampu melahirkan PEMIMPIN yang AMANAH, BERBUDI PEKERTI LUHUR, BERAKHLAK MULAI, dan BISA MEMIHAK KEPADA KEPENTINGAN RAKYAT. Supaya Nusa Tenggara Barat  di masa yang akan datang 5 tahun kedepan menjadi salah satu Provinsi yang bermartabat dan di Segani di Indonesia, karena Provinsi yang bermartabat adalah Cermin daripada Pemimpinnya yang mempunyai Integritas yang bagus, dan Komitmen yang tinggi dalam menyelesaikan masalah yang ada di daerahnya.